Citra Nashsyah

Month

August 2012

49 posts

Aug 20, 20124,824 notes
Aug 20, 201211,519 notes
Aug 20, 20124,849 notes
Aug 20, 201239,948 notes
“Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain..” — Memori by Windry Ramadhina
Aug 20, 2012
“My 10 year relationship was ended 6 monts ago. Just because the proposal never came. I am a woman and i have the limit to have a baby. So i choose..” — Jenna, flavor of love
Aug 20, 2012
Aug 17, 20125,184 notes
Kamu dan Waktu (part 4)

Kembali hari ini bersama kamu dan waktu. 

Sedikit terasa aneh sebenarnya, mungkin karena aku sedikit tidak biasa dengan apa yang kini terjadi.

Aku, kamu dan waktu. 

Waktu membuatku terlena akan kebahagiaan yang ia ciptakan untukku.

Hampir saja, keegoisan ini timbul.

Memang waktu sempat mengujiku, sempat memancing amarahku.

Tapi kembai dengan apa yang aku pikir, aku sudah belajar bersama waktu cukup lama.

Hanya segini saja aku sudah mengeluh? 

Padahal aku dengan sabarnya menunggu ketika waktu merangkulku.

Menunggumu dari pagi ke pagi lagi.

Aku hanya tersenyum, tetap menanti semua yang waktu beri.

Detik demi detik waktu berjalan dan aku masih sendiri di keramaian ini.

1 jam, hanya 1 jam saja.

Kini aku melihat kamu di kedua mataku.

Sekali lagi, terimakasih waktu, lagi dan lagi kau memberikan hadiah ini.

Aku bahagia.

Terlalu teramat bahagia.

Dan hari ini, aku memohon, cukup.

Cukup untuk sekarang, aku tak mau kebahagiaan itu hilang dengan begitu cepat.

Rangkul aku kembali, buat keadaan kembali saat waktu merangkulku, HANYA AKU.

- Citra Nashsyah

Aug 8, 2012
Aug 8, 20126,506 notes
Aug 8, 20123,867 notes
Heroin-ku

Apa sih heroin itu? Aku sering mendengarnya, menonton berita tentang hal ini. Tapi aku tak pernah melihat langsung barangnya. Penasaran? Iya. Tapi rasa penasaranku tak sampai ingin mencari dan merasakan sensasinya. Karena apa? Aku tak mau ada dalam sebuah masalah.

Ya, omku memang seorang polisi, begitu juga dengan papinya yang juga seorang polisi. Mereka saling mengenal, tak ada hubungannya sih. Hanya disini mereka 2 orang penegak HUKUM yang ternama.

Kami jelas takut berhubungan dengan masalah yang menyangkut pihak kepolisian. Apalagi aku, aku tak pernah mau mengetahuinya, tentang apapun yang berhubungan dengan kepolisian. Memuakkan memang.

Tapi semua berubah, aku sang pembenci penegak hukum, mencari masalah dan rela untuk ditangkap atas kelancangaku mengenal heroin itu. Dan aku rela di hukum selamanya untuk bertanggung jawab atas pengenalanku dengan heroin itu. Aku memang terlalu lancang, terlalu berani untuk masuk dalam dunia kepolisian. Sombong, aku berpikir akan aman dari jeratan hukum karena om ku seorang polisi berpangkat. Tapi tidak, benar kata mereka, apabila berhubungan dengan heroin, takkan ada belas kasihan!.

Tapi disini apa aku boleh membawa tersangka juga, yang mengenalkan dan mengajari aku jadi seorang pecandu akan heroin tersebut? Apa kami akan di tangkap atas kelancangan dan ketidaksopanan kami untuk mengetahui dan lebih dekat dengan heroin? Iya, DIA!! Anak dari Polisi ternama juga. Yang dengan lancang mengenalkan dan mengajarkan aku menjadi seorang pecandu. Kami pemakai, kami menikmati kepuasan rasanya. Kami tau akan sulit terlepas dari belenggu kesempurnaan rasa. Kami pecandu atas kami..

- Citra Nashsyah

Aug 8, 2012
“Aku mengenalmu lewat jiwa..
Bukan lewat mata..
Aku menjadikanmu kekasih lewat hati..
Ku tak tahu..
Seperti apa aku dalam pandanganmu..
Selayak apa aku dalam kehidupanmu..
Tapi yang aku tahu..
Meski dengan keterbatasanku
Berbalut kekuranganku..
Aku menulis namamu dihatiku..
Sejak awal kita bertemu..
Dan takkan pernah terganti..
Apa lagi terhapus..”
— MTUFS
Aug 8, 2012
Kamu dan Waktu (part 3)

Waktu, entah apa yang kini sedang terjadi.

Mungkin semua dewa di alam semesta sedang berpihak pada aku.

Benar sekali, kesabaran itu kunci dari segalannya.

Aku belajar dari awal aku mengenalmu.

Semua keputusan aku ambil dengan menerima segala resiko yang akan terjadi.

Kebahagiaan dan rasa sakit yang akan aku terima, apapun itu aku ikhlas.

Aku mencoba mengalah pada kamu dan waktu.

Aku pasrah pada hasil akhir dari setiap kesempatan yang ada.

Hari ini nyaris sempurna.

Kini waktu mengajak mimpi keluar untuk mengabulkan permintaanku disetiap malamnya.

Bersama kamu..

Dalam setiap tatapan, senyuman dan berakhir pada genggaman tangan yang membuatku hangat.

Aku tergila-gila pada kamu dan waktu.

Apa kamu tau? Apa itu bahagia?

Apa kamu sadar? Kamu sedang menciptakan itu pada duniaku.

Kamu sedang mengukir kenangan yang tak ternilai oleh apapun.

Sekali lagi waktu, hanya waktu yang dapat membelinya.

Waktu yang menentukan semuanya.

Boleh kini aku menjadikan dia salah satu Sahabat Baruku?

Atau biarkan saja waktu menjadi teman saja buatku?

Apapun itu, sekarang aku sedang menikmati setiap waktu yang tercipta diantara aku dan kamu.

Menikmati setiap tawa yang ada diantara aku dan kamu.

Sampai kapanpun, kamu dan waktu, telah menjadi ceritaku.

Karna kamu dan waktu, SEPARUH AKU!

- Citra Nashsyah

Aug 7, 2012
#kamu waktu
Sephia (part 3)

Malam ini, aku berjalan bersama para sahabat terhebatku. Bercerita, tertawa dan ya seperti biasa membicarakan orang-orang yang berlalu lalang didepan kami. Ramai? Ya. Tapi kali ini ramai juga menjadi sahabatku.

Aku kembali melihat layar hpku. Aku menunggumu. Bosan? Tidak, Menunggupun hari ini bersahabat denganku.

Waktu menunjukan pukul 9 malam, aku menemukan sosoknya, berjalan tegap ke arahku. Heroinku. 

“Sayang..” Ucapnya sambil memegang tanganku.

Aku melepaskan genggaman tangannya secara perlahan.

“Kenapa?”

“Banyak orang, aku ga mau buat masalah di sini”

Dia tertunduk diam. Aku berdiri tepat disampingnya. (Sephiaku jangankan hanya menggenggam tanganmu, aku ingin sekali memelukmu dan menunjukan ini pria-ku) Tapi aku tau, aku tak bisa seegois itu kan.

Kami berjalan bersama, tertawa sambil berjalan menuju parkiran. Nyaris sempurna, kamu dan para sahabat terhebatku. Aku bahagia.

Tolong jangan ganggu waktu kami. Semua berjalan baik-baik saja. Aku di mobil bersamanya dan salah satu saudaranya. Bercerita dan sesekali tertawa.

Tak lama BB nya berbunyi. Dari situ semua berubah, aura tak enak terasa. Tuhan, tolong, jangan sekarang, jangan mengambil waktuku. 

Aku tertunduk dan tersenyum (Tidak boleh egois) 

“Kenapa sayang?”

“Aku dah paling males kalo kayak gini”

Wanita itu selalu menjadi perusak segalanya! 

Dia memutar kembali mobilnya ke tempat tadi kami bertemu. 

“Tunggu sebentar ya yank, kamu tunggu dimobil ya”

“Iya”

Tak lama dari situ, dia kembali masuk. Dan memegang tanganku.

“Maaf, sekali lagi aku minta maaf”

Aku melihat wajah paniknya, menatap matanya yang selalu aku rindukan, memegang pipinya dan tersenyum.

“Iya, ga papa”

Dia tak peduli ada orang lain yang melihat semua itu. Kami kembali bercerita, melupakan kejadian kecil tadi. Dia memelukku “Heroinku”

Kami pulang ke tempatku. Bercerita tertawa dan sedikit jahat membicarakan orang lain :p

Dan akhirnya dia tertidur dipangkuanku disaat aku sedang berbincang dengan saudaranya.

Aku menunduk, melihatnya dan mencium keningnya.

“Selamat tidur, sephiaku”

Terimakasih waktu. Terimakasih atas semua kesempatan yang kau beri.

- Citra Nashsyah

Aug 7, 2012
#sephia kamu aku cerita
Sephia (part 2)

Aku duduk di antara puluhan orang. Melihat kesekitarku, ramai dan berisik. Aku benci dikala duduk sendiri, tepatnya aku iri pada mereka yang asyik ngobrol dan tertawa. Sesekali mereka melihat ke arahku. Entah apa yang mereka pikirkan.

Tak berapa lama, mataku tertuju pada satu sosok lelaki yang turun dari mobilnya, menggunakan topi, kaos putih dan celana jeans. Lelaki itu berjalan kearahku, matanya tertuju tajam padaku yang duduk dipojok ruangan ini. Aku memuja sosok itu, aku tergila-gila akan gerak-geriknya. Tuhan, makhluk ini kah pemilik tulang rusukku? Entahlah. Aku hanya tersenyum dan terus menatapnya. Dia semakin dekat pada radius 1 meterku, kini di wajahnya terukir senyuman dari bibirnya yang tipis “heroinku”.

Berhenti, disini waktu yang menentukan semuanya. Waktu yang menjadi Hakim atas kisah kita, cerita yang akan ada pada saat ini. Kamu berhenti tepat di hadapanku, merunduk dan memegang pundakku.

“Hei sephia-ku. Lama?”

“Tidak, waktu sedang berbaik hati sekarang, sayang”

Dia duduk di sampingku, menarik tubuhku mendekat padanya, memelukku.

“Aku sangat merindukanmu. Maaf aku selalu buat kamu menunggu”

“Tidak apa-apa, aku masih kuat kok”

“Kamu harus selalu kuat ya sayang. Sabar, aku sedang bernego dengan waktu”

“Iya”

Lalu ia mencium rambutku.

“Wahai heroin-ku, kamu membuatku menjadi seorang pecandu. Aku rela dihukum mati dengan papiku sendiri atas kelancanganku telah menjadi pecandu atas heroinku ini”

Aku memeluknya, aku tak peduli apa yang orang lihat tetang KAMI! Cukup aku mengalah pada wanita-nya. Aku takkan mengalah pada orang-orang yang hanya dapat melihat kami sekarang. AKU TAK PEDULI, KAMI TIDAK PEDULI.

“Kenapa aku baru bertemu kamu sekarang?”

“Sekali lagi, waktu punya rencana sayang”

“Iya, kamu milikku, ingat itu”

Aku tertunduk. Ingin sekali aku berteriak padanya “Kamu milik siapa? Milikku juga?” 

Huh, waktu maaf kali ini aku segaja tak memakai jam. Aku tak ingin melihat waktu yang semakin sedikit untuk aku dan dia. Tapi aku janji lain kali aku akan memakai jam tangan. Aku tak akan egois pada kebaikan yang telah waktu kasih.

Aku terlarut dalam dekapan hangatmu, kubelai setiap lekuk tubuhmu, aku hapal alur tubuhmu, aku hapal aroma tubuhmu. 

Aku pecandu atas dirimu.

- Citra Nashsyah

Aug 6, 2012
Kamu dan Waktu (part 2)

Waktu kini sedang berbaik hati padaku, mungkin..

Atau mungkin ini hadiah dari sebuah kesabaran untuk mengalah pada waktu??

Entahlah..

Aku cuma ingin mengucapkan terimakasih pada waktu yang telah berbaik hati mengirim kamu..

Aku tak tau dan tak pernah tau..

Siapa yanng kalah dalam perundingan ini..

Waktu atau kamu..

Atau waktu mulai lelah melihat aku yang sebenar-benarnya dalam lubuk hati terkecil ini memohon belas kasihnya..

Ya sudahlah, terserah..

Aku kembalikan pada pencipta Kamu dan Waktu..

Tapi kini, aku hanya ingin mengatakan hal ini..

Kamu waktu, terimakasih..

- Citra Nashsyah

Aug 6, 2012
Kesempatan?

Apa yang ada dipikiran kalian apabila di kasih sebuah kesempatan??

Seperti kesempatan bertemu kekasih??

Kesempatan diberikan waktu untuk mengungkapkan yang ada di hati kalian??

Kesempatan 1 hari bersama orang yang kamu inginin??

Apapun itu..

Apa yang bakal kamu lakuin??

Kalau aku..

Bila aku diberikan waktu bersama dia..

Aku hanya menggunakannya untuk memeluknya..

Menelusuri setiap lekuk tubuhnya, mencium aromanya..

Aku selalu menikmati setiap kesempatan seperti ini..

Mungkin kalian heran, kenapa hanya memeluk??

Karena bila kesempatan itu habis, aku hanya dapat memeluknya dalam bayang semu..

- Citra Nashsyah

Aug 6, 2012
Aug 6, 20122,653 notes
Aug 6, 20122,938 notes
Separuh Aku by Noah

Dan terjadi lagi

Kisah lama yang terulang kembali

Kau terluka lagi

Dari cinta rumit yang kau jalani


Aku ingin kau merasa

Kamu mengerti aku mengerti kamu

Aku ingin kau sadari

Cintamu bukanlah dia

Dengar laraku

Suara hati memanggil namamu

Karena separuh aku

Dirimu


Ku ada disini

Pahamilah kau tak pernah sendiri

Karena aku selalu

Di dekatmu saat engkau terjatuh


Aku ingin kau merasa

Kamu mengerti aku mengerti kamu

Aku ingin kau pahami

Cintamu bukanlah dia


Dengar laraku

Suara hati memanggil namamu

Karena separuh aku

Dirimu

Dengar laraku

Suara hati ini memanggil namamu

Karena separuh aku

Menyentuh laramu

Semua lukamu telah menjadi lirikku

Karena separuh aku

Dirimu

Aug 5, 2012
Next page →
2012 2013
  • January 4
  • February 1
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July 187
  • August 49
  • September 7
  • October 10
  • November
  • December 2